Chris Feng : Pembisnis Sukses di Usia Muda
Chris Feng lahir 4 Desember 1982 asal Singapura, ia menempuh pendidikan di National University of Singapura. Chris Feng melanjutkan studi hingga meraih gelar MBA dari INSEAD.
Chris Feng sebelumnya pernah bekerja di perusahaan Konsultan Manajemen di McKinsey yang berada di Frankfurt, Jerman. Chris Feng bekerja di McKinsey hanya selama 7 tahun, lalu pindah bekerja di Rocket Internet. Chris Feng disana menjabat sebagai Direktur pelaksana Regional Zalora untuk wilayah yang berada di Asia Tenggara.
Chris Feng juga sempet mejadi Chief Purchasing Officer di Lazada Asia Tenggara. Disana, Chris Feng bekerja kurang lebih selama 3 tahun, lalu bergabung dengan Garena yang berada di bawah naungan perusahaan SEA Ltd punya Forrest Li. Disana Chris Feng akhirnya menjabati posisi Head of Mobile Business Garena.
Setelah 1 tahun menjabati posisi tersebut, akhirnya Chris Feng memutuskan untuk mendirikan marketplace yang di beri nama Shopee pada tahun 2015. Marketplace buatan nya resmi di luncurkan di singapura, yang berada di naungan grup milik SEA Ltd yang bernama garena.
Saat meluncurkan Shopee, saat itu dunia E-Commerce di Asia Tenggara sudah di penuhi pemain lama seperti Tokopedia dan Bukalapak. Awalnya banyak orang yang mikir kalo Shopee bakal kesulitan masuk pasar, karena mereka datang di saat persaingan E-Commerce sedang panas-panas nya.
Namun, Chris Feng dan tim mempunyai strategi yang berbeda. Shopee hadir dengan strategi aplikasi berbasis Mobile-First, artinya lebih focus pada penggunaan ponsel. Hal ini sesuai dengan kebiasaan masyarakat Aia Tenggara yang lebih banyak mengakses internet melalui smartphone. Apalagi aplikasi Shopee gampang di gunakan semua orang dari kalangan anak muda sampai orang tua.
Perjalanan Chris Feng dalam membangun Shopee di Indonesia penuh dengan tantangan. Meraka harus menghadapi persaingan
ketat dan membangun kepercayaan pengguna Shopee. Namun, dengan membangun
strategi pemasaran yang agresif, sekarang Shopee sangat di kenal dengan
strategi promosi yang agresif. Mulai dari gratis ongkir, flash sale
besar-besaran, sampai mengadakan event besar seperti 11.11 Big Sale dan 12.12
Birthday Sale. Bahkan, Shopee sering mengundang artis-artis terkenal,
seperti idol K-Pop sampai pemain sepak bola. Hasilnya, Shopee berhasil menarik
perhatian Masyarakat Indonesia.
Kini,
Shopee bukan hanya platform belanja online. Mereka mengembangkan layanan
Tambahan seperti ShopeePay untuk melakukan transaksi digital dan ShopeeFood
untuk pemesanan makanan. Adanya inovasi-inovasi baru, Shopee berhasil menjadi
salah satu platform belanja online terbesar di Asia Tenggara dan Taiwan.
Kisah Chris Feng dalam membangun Shopee hingga sukses mengajarkan bahwa strategi inovatif bisa mengalahkan pesaing
besar. Mereka tidak sekedar meniru, tetapi juga menghadirkan cara belanja baru
yang lebih cocok dengan kebiasaan pengguna di Indonesia. Makanya denga nada
fitur-fitur seperti gratis ongkir dan flash sale langsung menjadi favorit
pengguna Shopee.
Selain
itu, branding yang konsisten menjadi kunci kesuksesan. Strategi konsistensi
dalam membangun brand sangat di patut di contoh. Seperti, menghadirkan
ambassador internasional, kampanye iklan kreatif dan program loyalitas seperti
ShopeePay dan ShopeeFood menunjukkan bahwa inovasi terus dilakukan untuk
menjaga kepercayaan pelanggan Shopee.



Comments
Post a Comment